Menu

© 2025 — Purnomo Studio

review

JCG Q20: Router WiFi 6 Termurah yang Bisa OpenWRT! Emang Bagus?

JCG Q20: Router WiFi 6 Termurah yang Bisa OpenWRT! Emang Bagus?

Belakangan ini saya tertarik mencoba router WiFi 6 murah yang mendukung OpenWRT, dan pilihan saya jatuh ke JCG Q20. Router ini cukup ramai dibicarakan karena harganya sangat terjangkau, tapi di sisi lain spesifikasinya terlihat menjanjikan, terutama untuk pengguna rumahan yang ingin belajar atau eksplor OpenWRT.

Setelah kurang lebih 6 bulan pemakaian, berikut adalah pengalaman pribadi saya menggunakan router ini sebagai router utama di rumah.


Harga Murah, OpenWRT Ready

Saya membeli JCG Q20 di harga sekitar Rp150.000 dengan firmware bawaan asli China (stock firmware). Beberapa penjual memang menjual versi dengan AsusWRT atau MerlinWRT, namun unit yang saya dapatkan sudah menggunakan U-Boot, sehingga proses flashing ke OpenWRT 24.x bisa langsung menggunakan file factory.bin.

Firmware bawaannya sendiri sepenuhnya berbahasa China. Karena saya tidak mengerti dan memang tujuan awal membeli router ini adalah untuk OpenWRT, saya langsung memutuskan untuk flash ke OpenWRT tanpa banyak eksplor firmware aslinya. Proses flashing tergolong mudah, cepat, dan relatif aman.


Performa LAN dan Jangkauan WiFi

Performa LAN

Dari sisi LAN, performanya tergolong standar untuk router gigabit. Semua port sudah mendukung Gigabit Ethernet (1000 Mbps) dan selama pemakaian tidak pernah ada masalah drop atau bottleneck di jaringan kabel.

Jangkauan dan Stabilitas WiFi

Untuk jangkauan WiFi, hasilnya cukup memuaskan. Rumah saya berukuran kurang lebih tipe 35, dan dengan posisi router diletakkan di tengah rumah, penyebaran sinyal WiFi terasa cukup merata dan stabil.

Router ini sudah dual-band (2.4GHz dan 5GHz), sehingga bisa menyesuaikan kebutuhan berbagai perangkat, baik device lama maupun yang sudah mendukung WiFi 6.


Storage Lega untuk OpenWRT

Salah satu nilai jual utama JCG Q20 menurut saya adalah storage internal 128MB. Di kelas router murah, kapasitas ini tergolong sangat lega dan ideal untuk OpenWRT.

Dengan storage sebesar ini, saya bisa dengan leluasa memasang berbagai paket tambahan seperti:

  • WireGuard
  • QoS
  • Beberapa plugin pendukung lain

Tanpa harus khawatir cepat kehabisan ruang seperti di router dengan storage 16MB atau 32MB.


Kekurangan: Port LAN Terbatas

Di balik kelebihannya, tentu ada kekurangan. JCG Q20 hanya menyediakan 2 port LAN. Jika Anda membutuhkan lebih banyak koneksi kabel, mau tidak mau harus menambahkan switch hub.

Bagi sebagian orang ini mungkin bukan masalah besar, tetapi tetap perlu diperhitungkan, terutama jika banyak perangkat yang mengandalkan koneksi LAN.


Masalah WiFi 6 yang Agak Mengecewakan

Pengalaman kurang menyenangkan justru datang dari sisi WiFi 6, khususnya saat digunakan di laptop saya.

Spesifikasi laptop yang digunakan:

  • OS: Windows 11
  • NIC: Intel Killer Wi-Fi 6 AX1650i (AX200 OEM)
  • Driver: versi 23.170.0.1

Di Windows, Aggregated Link Speed yang saya dapatkan hanya sekitar 17/257 Mbps. Angka ini jelas sangat aneh dan jauh dari ekspektasi WiFi 6.

Sebagai perbandingan:

  • Di tablet Huawei 11.5s, WiFi 6 berjalan normal dan bisa mencapai hingga 1500/1500 Mbps.

Setelah ditelusuri lebih jauh, penyebabnya kemungkinan berasal dari beberapa faktor berikut:

  • Regulatory domain Indonesia, di mana kanal 5GHz yang aktif hanya 149/153/157/161
  • Tanpa akses 40MHz atau 80MHz, kecepatan akan mentok di 144 Mbps
  • Bug driver Intel AX1650i (AX200 OEM) yang memaksa koneksi berjalan di MIMO 1x1 20MHz, meskipun di router sudah dipaksa 40MHz

Di Linux Fedora Workstation 43, kondisinya sedikit lebih baik, namun tetap mentok di WiFi 6 20MHz dengan speed 144 Mbps dan tidak bisa naik lagi.

Solusi yang Paling Masuk Akal

Dari semua percobaan yang saya lakukan, solusi yang benar-benar efektif hanya satu:
mengganti NIC ke versi non-OEM, seperti:

  • Intel AX210
  • MediaTek MT7922 (WiFi 6E)

NIC tersebut terbukti bisa menghindari bug aneh ini.

Saya pribadi jarang menggunakan WiFi di rumah karena lebih sering memakai LAN, dan di luar rumah pun kebanyakan masih WiFi 5. Jadi masalah ini tidak terlalu mengganggu penggunaan harian saya. Jika nanti saya menemukan solusi berbasis software atau konfigurasi, akan saya bagikan lagi di blog.

Sebagai tambahan, saya sudah mencoba berbagai driver (Killer maupun Generic), hasilnya tetap sama. Internet yang saya gunakan adalah IndiHome 150 Mbps, jadi secara kebutuhan masih tercukupi.


Desain dan Build Quality

Dari segi desain, JCG Q20 terlihat cukup elegan. Bentuknya oval dengan antena internal, sehingga bisa diletakkan di ruang tamu tanpa terlihat seperti router pada umumnya.

Build quality untuk harga 150 ribuan menurut saya sudah cukup baik, meskipun menggunakan material plastik. Kekurangannya ada pada manajemen panas:

  • Router terasa hangat saat disentuh
  • Lubang ventilasi hanya di bagian atas dan bawah
  • Aliran udara kurang optimal, sehingga router relatif cepat panas

Lampu indikatornya sendiri sederhana dan tidak menyilaukan:

  • Merah: mati atau error
  • Biru: kondisi normal

Bentuknya hanya berupa strip tipis, sehingga tampilannya tetap clean.


Detail Foto JCG Q20

Foto JCG Q20 Foto JCG Q20 Foto JCG Q20 Foto JCG Q20 Foto JCG Q20


Pemakaian Jangka Menengah (6 Bulan)

Selama kurang lebih 6 bulan penggunaan, router ini tergolong stabil. Saya tidak pernah mengalami:

  • Disconnect tiba-tiba
  • Drop koneksi
  • Masalah saat digunakan banyak perangkat

Perangkat yang terhubung di rumah:

  • ±6 smartphone
  • 3 komputer
  • Beberapa perangkat IoT

Semuanya masih bisa ditangani dengan baik. Konsumsi dayanya juga rendah karena hanya menggunakan adaptor 12V 1A.


Kesimpulan

Secara keseluruhan, JCG Q20 adalah router yang sangat menarik di kelas harganya. Dengan harga sekitar Rp150 ribuan, Anda sudah mendapatkan:

  • WiFi 6
  • Dukungan OpenWRT
  • Storage besar
  • Performa stabil untuk penggunaan rumahan

Saya pribadi memberi nilai 8/10 untuk router ini.

Value for money-nya sangat bagus, terutama bagi Anda yang ingin:

  • Mencoba teknologi WiFi 6
  • Belajar dan eksperimen dengan OpenWRT
  • Membangun jaringan rumah atau mesh sederhana

Jika Anda memiliki rumah yang cukup besar dan membutuhkan router mesh murah dengan antena internal, JCG Q20 layak dipertimbangkan.


Spesifikasi JCG Q20

  • WiFi 6 (802.11ax, AX1800)
  • Dual-band (2.4GHz & 5GHz)
  • Hingga 1800 Mbps (gabungan)
  • Chipset: MediaTek MT7621
  • 1× Gigabit WAN
  • 2× Gigabit LAN
  • RAM 256MB
  • Storage 128MB
  • U-Bootloader (Support OpenWRT 24.x)
  • PB-Bootloader (Support ImmortalWRT 23.x)